Renugan : Orang Tua

hai bloggersz,
kali ini saya akan memposting tentang Orang Tua. Siapa yang tidak kenal orang tua kita ? Mereka adalah ayah ibu kita yang selalu mengasihi kita, menolong kita dalam kesusahan, bahkan mereka memberi kita kasih sayang yang luar binasa biasa dan tidak terhingga. Kita tidak dapat membalasnya. Namun bila kita sebagai anak, sifat kita jelek, nakal, tidak dapat mematuhi nasihat orang tua, melanggar perintah orang tua, bahkan sampai mencaci - maki habis-habisan ke orang tua. Seberapa banyak dosa yang kita perbuat ? Apakah kita tidak tahu balas budi jika kita berbuat demikian ? Cobalah untuk merenungi kalimat - kalimat yang akan saya tulis di bawah ini.
Jika permintaan kita tidak dipenuhi apa yang harus kita lakukan ?
Sederhana saja saya hanya akan menjawab pertanyaan di atas dengan satu kata, Menunggu. Mengapa demikian ? Sama seperti berdoa kepada Tuhan, Tuhan hanya memberikan 3 jawaban, Menunggu, Ya, dan Tidak. Kita harus menunggu karena kita harus mendapat berbagai tantangan kehidupan / bersabar dahulu karena belum saatnya. Jika ya maka sesuai rencana Tuhan. Jika tidak, maka Tuhan mempunyai rencana yang lebih baik daripada kalian. Sama seperti orang tua. Kita harus mengerti keadaan orang tua, kalau permintaan kita tidak terpenuhi mungkin orang tua mempunyai suatu kekurangan, seperti kekurangan uang dan sebagainya.
Jika kita dimarahi oleh orang tua apa yang harus kita lakukan ?
Sekarang 2 kata, Intropeksi Diri. Kita lihat dulu kita dimarahi karena apa ? Orang tua pasti punya alasan yang pasti kecuali Orang tua kurang tidur, atau punya sifat agak keras. Kalian harus maklumi. Kalau kita memang salah kita harus menerimanya. Jika kita tidak ada salah maka kita beritahu orang tua dengan cara yang baik - baik. Tentu saat beritahunya pada saat orang tua sudah tidak marah lagi. Meskipun kita tidak salah kita dapat membuat marah itu sebagai nasihat. Jadi buat referensi supaya kita tidak salah.
   Semua yang dilakukan orang tua pasti baik-baik kok. Kecuali, orang tuanya mempunyai masalah, sifatnya keras, ataupun orang tua angkat. Nah, jika kita melakukan sifat yang keras ke orang tua seperti yang sudah saya tulis di atas secara terus menerus. Apa yang dapat membuat anak tersadarkan ?
1. Orang yang disayanginya berlakuan sama sepertinya.
     Misal, Anak itu mempunyai sahabat, sahabat itu berbuat sepertinya kepada anak itu. Anak itu seharusnya sakit hati karena telah berteman lama dan sahabat itu baik dengannya. Jika ia tersadarkan maka dia akan tahu bahwa dia sendiri berlakuan yang sama pada waktu dulu maupun sekarang.
2. Mengalaminya
Seperti di atas. Di Agama Buddha mengajarkan hukum karma. Apa yang kita perbuat akan kita alami sendiri. Itu mungkin agak berlangsung lama hingga anak tersadarkan.
Jika dua itu tidak menyadarkan anak tersebut. Apa yang terjadi dengan orang tuanya ?
1. Bunuh diri.
Orang tua dapat bunuh diri jika kita tetap seperi demikian. Meskipun dosanya lebih banyak karena bunuh diri. Mungkin Orang tua rela berbuat demikian ketimbang orang tua harus menerima kenyataan. (Ini akan terjadi jika pikiran orang tua sudah jangka pendek.)
2. Mengutuk / menyumpahi anaknya
Contohnya seperti cerita rakyat ' Malin Kundang '. Karena ibunya tidak tahan dengan perlakuan Malin Kundang yang mengatakan bahwa ibu kandungnya bukan yang asli. Ibu kandungnya pun mengutukinya menjadi batu. Sebenarnya, orang tua tidak usah mengutuki anaknya, karena Tuhan sudah tahu apa yang harus di perbuat.
3. Menyembah anaknya
Kata mama saya, menyembah anaknya berarti anak itu tidak akan sukses meskipun dia sudah bekerja dengan sekeras mungkin. Ini sama seperti mengutuk anaknya.
4. Membunuh anaknya
Kalau ini jika pikiran orang tua terlintas untuk membunuh anaknya yang sudah melakukan hal yang salah seperti yang sudah saya contohkan di atas. Orang tua akan rela membunuh anaknya sendiri. Karena sudah dianggap tidak bisa diharapkan untuk sukses. Meskipun akhir-akhirnya orang tua akan mendapat dosa berat.

Nah, jika di urutkan maka akan seperti ini :
Menyembah anaknya ---> Mengutuki anaknya ---> Membunuh anaknya ---> Bunuh diri.
Jadilah anak yang tahu balas budi, membanggakan orang tua, meskipun kita bodoh, kita tidak selamanya bodoh, kita dapat menjadi orang terkenal, tapi bukan terkenal akan hartanya melainkan jasanya, sifatnya, ataupun prinsipnya. Ingatlah selalu orang tua. Karena orang tua adalah satu-satunya orang yang paling berharga di muka bumi ini. Anda boleh terbunuh demi menyelamatkan orang tua anda, tetapi anda tidak boleh terbunuh karena keburukan sifat anda.

akhir kata,
semoga kita menjadi anak yang berbakti kepada orang tua kita.

Previous
Next Post »

2 comments

Write comments
EFRI
AUTHOR
28 Februari 2012 13.25

makaci dah bgi2 pengalaman

Reply
avatar

Terima kasih, telah berkomentar dengan baik di Tangerang Blogs.
Peringatan !
Dilarang menyematkan link iklan yang sangat mengganggu para pembaca !
ConversionConversion EmoticonEmoticon